Kamis, 13 September 2012

Pendukung Pasangan calon Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli

. Kamis, 13 September 2012

Saat diminta tanggapannya terkait pendukung pasangan calon Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli yang ramai menyorakinya saat menyampaikan pidato dalam Deklarasi Kampanye Damai oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta, Calon Wakil Gubernur, Basuki Tjahaja Purnama mengaku biasa saja mendengar sorak sorai itu.

"Saya enggak merasa diteriakan. Biasa saja. Nanti kita buktikan tanggal 20 September, siapa yang malu," kata cawagub pasangan Joko Widodo tersebut, seusai Deklarasi Kampanye Damai, di Monas, Jakarta, Kamis (13/9/2012).

Menurutnya, suara negatif tentang dirinya bukan baru saja terjadi saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta, namun sudah terjadi sejak ia menjabat sebagai Bupati di Belitung Timur.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, saat mendapat kesempatan memberikan pidato dalam Deklarasi Kampanye Damai, Basuki disoraki banyak pendukung pasangan calon Foke-Nara.

"Woi inget 98 woi. Siapa yang pindah-pindah, elo yang pindah-pindah. Dasar pindah partai. Woi ini bukan kampanye, dasar pengkhianat. Woi turun woi, selesaikan masa jabatan dulu, jangan pindah-pindah woi," teriak para pendukung Foke-Nara

Walaupun disoraki oleh para pendukung Foke-Nara, Basuki tetap melanjutkan pidatonya. Dalam pidatonya, ia mengingatkan untuk selalu menjaga kedamaian dalam berkampanye kepada para pendukungnya.

Basuki tampil solo di acara Deklarasi Kampanye Damai tersebut. Jokowi tidak hadir karena masih berada di Solo.

Sementara itu, Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli tampak kompak memakai kemeja putih garis orange dengan tulisan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli. Sementara itu, Basuki Tjahaja Purnama yang datang tanpa didampingi pasangan gubernurnya, Joko Widodo, datang dengan menggunakan kemeja andalannya kemeja kotak-kotak.

Hadir di deklarasi kampanye damai itu adalah Ketua DPR Marzukie Ali, Kapolri Jenderal Timur Pradopo, calon wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, dan Ketua KPU DKI Jakarta Dahliah Umar.

0 komentar: